WanitaPKS.org

Bidang Kewanitaan DPW PKS Jawa Barat

Oleh; Hj Salmiah Rambe

Alhamdulillah, InsyaAllah beberapa hari lagi kita akan memasuki bulan yang penuh Barokah, bulan penuh kemuliaan yaitu bulan Ramadhan. Bagaimana perasaan kita ?Tentu sangat senang, gembira bertemu dengan Tamu Agung yaitu Ramadhan. Senang dan Gembira hati ini sangatlah wajar, karena ibarat setelah menunggu nunggu sekian lama , setelah menanti nanti dg harap harap cemas, datang lah Tamu Istimewa tsb. Tentu hati kita gembira dan bahagia…

Sabda Rasulullah SAW ” Barangsiapa yang gembira dengan datangnya bulan Ramadhan maka Allah akan mangharamkan jasadnya dari api neraka

Rasa senang dan gembira ini kita tunjukkan kepada Allah.Dengan doa kita terus menerus memohon untuk disampaikan ke bulan Ramadhan. Allohumma Bariklan fii Rajaba wa Sya’ban wa ballighna Ramadhan. Juga kita tunjukkan pada sesama saudara kita. Saling berkirim sms ucapan selamat bersiap menyambut bulan Ramadhan, dan kita tunjukkan pada diri sendiri. Bisa dengan alunan nasyid yang teruntai dari lisan dan hati kita ttg menyambut Ramadhan. Masih ingat nasyid Ahlan wa Sahlan Ramadhan.?

Syairnya : Ahlan Wa Sahlan ya Ramadhan , syarrofta ya syahrol Quran.

artinya jika diresapi sangat syahdu:

Selamat Datang Wahai Ramadhan,

Betapa Mulianya engkau,

Wahai Bulan Al Quran..

Rasa gembira menyambut RAmadhan tidak cukup hanya dengan gembira, tetapi juga dengan beberapa persiapan di antaranya:

1. Persiapan pribadi

2. Persiapan jamai

Persiapan pribadi meliputi :

1. Persiapan Jasadiyyah : jaga dan tingkatkan kesehatan fisik kita. Karena ibadah shaum dan ibadah lainnya dalam bulan Ramadhan membutuhkan kekuatan fisik

2. Persiapan Ruhiyyah: Kita memasuki Ramadhan ibarat para atlit yang berlomba dalam arena perlombaan. Tidak mungkin akan berhasil dalam perlombaan jika tidak warming up terlebih dahulu. Warming up ruhiyyah tsb kita lakukan dengan :

-Shaum sunnah sebanyak yang bisa kita lakukan di dalam bulan Syaban; shaum senin kamis, shaum ayyamul bidh, atau shaum Daud jika kuat.

-Qiyamula Lail yang tidak pernah ditinggal

-Tilawatil Quran 1 juz per hari

- Sholat di awal waktu. Didiklah jiwa dan raga kita ini agar kita menjadi hamba yang selalu aware dengan waktu sholat. Bahkan, sangat baik jika kita biasakan sebelum adzan berkumandang, kita sudah siap berwudhu, memakai pakaian bersih dan duduk di atas sajadah, lengkap dengan dzikir untuk menunggu datangnya waktu sholat

-Mendawamkan infak setiap hari. Ini untuk membersihkan jiwa kita dg harapan ketika di bulan Ramadhan nanti kita dapant berinfak yang lebih besar lagi.

3. Persiapan fikriyyah/ ilmiyyah; Perlu kita buka kembali buku-buku yang menjelaskan kaifiyat ibadah dalam bulan Ramadhan.

Kita juga perlu mengurangi kerepotan kita di bulan Ramadhan dengan memindahkannya ke bulan syaban,sehingga waktu kita tidak tersita untuk kegiatan sekunder spt membuat kue lebaran, membeli baju lebaran untuk anak-anak, dll

Persiapan secara jamai pun harus kita lakukan dimulai dengan membuat program Ramadhan dalam keluarga. Memotivasi anak dan seluruh keluarga untuk melakukan kegiatan dalam bulan Ramadhan. Jangan lupa juga untuk membuat daftar Muhasabah tiap anggota keluarga yaitu ibu, bapak, dan anak- anak kita tentunya…

Persiapan jamai dapat juga kita lakukan untuk memakmurkan aktifitas Ramadhan, di mesjid, kampus dll. Dan dapat kita susun dalam program halaqoh atau usroh , kampus atau program Kewanitaan DPC atau Program Pos WK yang bermanfaat bagi masyarakat atau ummat. Diharapkan dengan itu, kita dapat membuktikan pada masyarakat bahwa PKS adalah partai dakwah yang bergerak melayani masyarakat setiap masa, tidak hanya masa-masa kampanye Pemilu saja…

Para kader dakwah, kader kader akhwat..Beribadahlah sebaik baiknya dalam bulan Ramadhan nanti dengan berbagai ibadah kita pada Allah al:

1..Shaum, yang benar-benar shaum. Agar shaum kita diterima Allah , maka kita harus menshaumkan tidak hanya perut dan farj saja, tapi seluruh anggota badan kita.

“Kam min shooimin laysa lahu min shiyamihi illal ju’I wal ‘atos “

Betapa banyak orang yang shaum , tapi mereka tidak mendapat apa apa kecuali lapar dan dahaga saja”

Yang shaum bukan hanya perut atau farj saja, tapi lidah, mata, telinga dan semua anggota badan juga harus shaum dari segala yang diharamkan Allah.

Lidah harus suci dari dusta atau gibah, kata kasar , mata harus suci dari memandang yang diharamkan Allah,Telinga harus suci dari lagu lagu atau kata kata jahiliyyah

Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan ramalannya. Maka tidak ada keperluan bagi Allah atas tidak makan dan tidak minumnya” ( HR bukhari, Abu nasai dan Ibnu majah)

2.Menyibukkan diri dengan berbagai ibadah dan kegiatan dakwah atau kegiatan yang bermanfaat.

Qiyamullaiy, Sholat dhuha, Menghadiri pengajian, atau majelis ilmu, membaca buku islami, mengunjungi panti asuhan dll

3. Meningkatkan Tilawatil Quran.

Tilawah seorang kader dakwah harus lebih baik kualitas dan kuantitasnya dibanding bulan bulan sebelumnnya dan dibandingkan dengan bulan Ramadhan tahun lalu.

4. Memperbanyak doa : Salah satu doa yang harus banyak dibaca adalah “ Allohumma innaka afuwwun karim tuhibbul afwa fa’fuanni”

“ ya Allah Engkau Maha Pengampun, suka mengampuni, maka ampunilah aku”

5. Memperbanyak infak, shodaqoh dan zakat

Adalah Rasulullah SAW lebih pemurah dari semua orang.lebih lebih jika Ramadhan…maka ia lebih pemurah lagi melebihi angin yang lepas” ( HR Bukhari Muslim)

6. Memberi makan / buka bagi orang yang shaum, terutama bagi kaum dhuafa

7. Meningkatkan ibadah terutama di 10 hari terakhir dan menanti malam lailatul Qodar

Semoga di bulan Ramadhan ini,Allah yang Maha penyayang Lebih menyayangi kita semua para kader dakwah ini karena kita betul betul berusaha untuk mendapatkan kasih sayang , rahmat dan ridha Allah.

Semoga kita para kader dakwah ini, makin merasakan nikmat beribadah, nikmat berjuang berjihad menegakkan agama Allah ini, dan masyarakat luas makin merasakan manfaat dari keberadaan PKS partai dakwah ini

Semoga Ramadhan ini menjadi masa metamorfosa bagi kita agar setelah Ramadahn kita menjelma menjadi kader dakwah yang lebih ikhlas dan lebih cerdas dan lebih tangguh dalam berjuang menegakkan Al Islam ini . amin ya Mujibasaailin….

PK-Sejahtera Online: Tifatul, dalam acara deklarasi dukungan terhadap Sby-Boediono di Surabaya (7/6), mengatakan dukungan PKS terhadap SBY-Boediono bukan pragmatis tapi sudah melalui kajian dan prosedur partai.

Ada delapan alasan PKS mendukung SBY-Boediono.
1.PKS hanya ingin koalisi dengan partai reformis. Kader-kader menolak koalisi dengan kelompok-kelompok bermental “orde baru”.
2.SBY properubahan. Sudah banyak hasil dicapai lebih baik seperti keamanan, ekonomi, swasembada pangan, bantuan orang miskin, pemberantasan korupsi, dan lainnya.
3.Pengalaman pilkada: PKS tidak ingin lagi sekadar jadi kuda tunggangan partai-partai yang tidak reformis. Di beberapa pilkada, PKS sudah berjuang habis-habisan, setelah itu ditinggal. PKS tidak ingin ditipu lagi.
4.Pengalaman koalisi 2004-2009: Pada pilpres 2004, koalisi PD, PKS, PBB, dan PKPI sukses mengantarkan SBY-JK menjadi presiden. Tetapi datang partai yg tidak berkeringat bergabung minta jatah di kabinet, lalu ingin menggeser PKS dari koalisi.
5.Keputusan Majelis Syuro PKS: Koalisi dengan SBY merupakan hasil Majelis Syuro PKS ke XI. MS sebagai lembaga tertinggi partai telah memberikan legitimasi kuat untuk koalisi.
6.Aspirasi konstituen: Lebih dari 70 % kader menghendaki PKS berkoalisi dengan SBY dan PD.
7.SBY akomodatif terhadap usulan-usulan solusi bangsa.
8.SBY disukai dan didukung oleh rakyat: Terbukti tingginya dukungan rakyat dalam survei.

TIfatul bertekad mengoptimalkan mesin PKS. “Target PKS, insya Allah dapat menyumbang dua kali lipat perolehan suara pemilu legislatif lalu,” pungkasnya.

Nama: Ledia Hanifa Amaliah, SSi, M.SiT
Umur : 39 tahun
Pend.Terakhir : S2 UI
Pekerjaan : Pengajar
Status : Menikah
No. Urut : 2

Nama : Zirly Nova Jamil
Umur : 45 tahun
Pend.Terakhir : S1 FE UNINUS
Pekerjaan : Anggota DPRD Prop. Jawa Barat
Status : Menikah
No. Urut : 5

Nama : Upik Siti Ranah
Umur : 42 tahun
Pend.Terakhir : IKIP Jakarta
Pekerjaan : Guru
Status : Menikah
No. Urut : 7

PK-Sejahtera Online: Menjelang massa kampanye terbuka, politik uang dan politik bingkisan sembako gratis marak terjadi di DIY. Naasnya, Panwaslu dibuat pilu tak berdaya menindaknya. Demikian pekan lalu, beberapa media mengungkap kasus pelanggaran nyata di depan mata ini. Akan tetapi, Bidang Kewanitaan DPD PKS Kota Yogyakarta ternyata menempuh cara kreatif yang unik dalam mendulang suara. Sayap pejuang perempuan PKS yang dikomandoi Ibu Siti Nurlaela, S.Pd. ini memilih menerbitan dan menyebarkan buku Aneka Resep dan Tips Sehari-Hari ke masyarakat melalui Pos WK yang tersebar di berbagai kampung di Kota Gudeg ini.

Buku Resep ini sengaja dibuat mirip dengan buku resep yang biasa dijual “secara kacangan” di bus-bus dan di terminal-terminal Kota. Hanya saja covernya lebih tebal dan lebih meyakinkan serta isinya dicetak menggunakan kertas hvs 70 gram sehingga sangat sayang jika dibuang. Pada sisi bawah sampul muka buku ini tercetak jelas logo PKS standar dengan tulisan mengoda “POS WK (Pos Wanita Keadilan), Bersama Menuju Sejahtera”.

Pada sampul depan bagian dalam buku ini ditulis penjelasan tentang Pos WK dan 6 Pokok Programnya. Sementara, di halaman pertamanya dicantumkan pantun sponsor yang menggelitik, “Roti Bolu Selai Madu, Nomer Wolu Partai Pilihanku!”.

Isi “Buku Resep Roti Bolu” ini lumayan variatif, diantaranya berisi resep kue seperti: bolu kukus pelangi, bolu pisang, kue garpu, sagu keju, coconut crepes, pancake fruit mix, cake wortel, ginger cookies dan resep masakan seperti: omelet sayur, rawon daging komplit, pencok lele, bakso tahu kuah, telur tersembunyi, jagung manis masak udang, orak-arik tahu ikan alias tahu rasa lele, serta sate sapi bungkus. Di samping itu, buku ini juga berisi tips sehari-hari ibu rumah tangga, seperti: membuat lemari es tetap harum, membersihkan wajan gosong, mendeteksi kebocoran gas, menyimpan gula merah, merawat wadah plastik, sehat melalui kamar mandi, merawat alat dapur, dan menghilangkan bau dengan baking soda.

Cerdasnya lagi, pada halaman-halaman akhir buku ini dicantumkan pula profil singkat para caleg perempuan dari Dapil 1 hingga Dapil 5 untuk DPRD Kota Yogyakarta, caleg perempuan Dapil Kota untuk DPRD Propensi DIY, dan caleg perempuan Dapil DIY untuk DPR RI. Buku ini menjadi multifungsi, karena pada sampul belakang bagian dalamnya juga diberi Petunjuk Cara Memilih dalam Pemilu 2009. Bukan itu saja, pada sampul belakang buku ini ditulis puisi kredo Pos WK, di antaranya penggal baitnya berbunyi, “Kami mengajak dunia, memandang segalanya lebih indah, mewarnai hari dengan pelangi, bahwa kami di sini menjadi berguna bagi semua….”

Mengapresiasi langkah kreatif Kewanitaan DPD PKS Kota ini, Ketua Bidang Politik, Hukum, dan HAM DPW PKS DIY, Suprih Hidayat, S.Sos. mengatakan, dirinya acungkan jempol buat para penggagas ide tersebut.

“Ada pesan mulia di balik penerbitan buku ini, bahwa kartini-kartini masa kini selain dituntut mampu piawai berkiprah di mimbar politik, seharusnya juga tetap trampil iris-iris brambang di dapur,”ujarnya. (MIS).

Menyambut Tahun Baru 1430 Hijriyah
Oleh: TIFATUL SEMBIRING
PRESIDEN PKS

Tahun baru hijriyah diyakini banyak pemikir Islam sebagai tahun kebangkitan Islam, bahkan menjadi titik balik kemenangan perjuangan Rasulullah saw. dan para shahabat. Setiap tahun kita memperingati tahun baru Islam ini, namun sudahkah secara substansial ada pencerahan di tubuh ummat dengan berlalunya tahun baru demi tahun baru? Sudahkah semangat energizing berhasil kita serap dari momentum yang menjadi titik balik kemenangan tadi? Masih banyak permasalahan ummat yang belum tuntas kita upayakan solusinya, termasuk masalah persatuan ummat dan pemunculan sosok-sosok pemimpin yang berkualitas.

Perpecahan selalu membawa malapetaka dan kerusakan besar di tengah-tengah ummat. Kurang percayakah kita? Kurang yakinkah kita setelah demikian banyak bukti sejarah memberi pelajaran? Perpecahan, perselisihan di Perang Uhud, misalnya, mengakibatkan gagalnya kemenangan yang semula sudah diraih. Rasulullah saw. tembus di pipinya karena dilempari dengan pecahan besi, yang ketika dicabut menyebabkan dua gigi beliau patah. Bahkan, ketika para sahabat memapah beliau ke tempat yang lebih tinggi, Rasulullah saw terperosok ke dalam lubang jebakan yang berisi senjata tajam sehingga paha beliau sobek dan jatuh pingsan karena begitu banyaknya darah yang keluar.

Kurang yakinkah kita akan efek perpecahan? Tengoklah Perang Shiffin yang disebabkan oleh konflik antara Ali dan Mu’awiyah. Perang yang menelan korban 80.000 muslimin. Sebuah tragedi kelam dalam sejarah Islam. Belum paham jugakah kita bagaimana pedihnya perpecahan? Di Iraq, ratusan orang menjadi korban ketika kaum Syi’ah menyerang kaum Sunniy. Selanjutnya kaum Sunniy menyerang kaum Syi’ah sehingga meninggal pula sejumlah orang, dan seterusnya tak berkesudahan. Padahal, sunniy bukanlah musuh syi’ah dan syi’ah bukanlah musuh sunniy? Musuh mereka adalah sang penjajah Amerika.
Belum sadarkah kita tentang apa yang terjadi di Palestina? Ketika Presiden Palestina—Mahmud Abbas—berkunjung ke Indonesia dan mengundang untuk berdiskusi, dengan tegas saya sampaikan kepada beliau, bahwa bangsa Palestina tidak akan meraih kemenangan kecuali mereka bersatu melawan Israel.
Benarlah kata Imam Ali dalam pesannya, “Kebenaran yang tidak terorganisir akan dapat dikalahkan oleh kebathilan yang terorganisir”.

Sesungguhnya modal kita untuk bersatu sangat sederhana. Yaitu ketika kita sepakat untuk mengucapkan “Asyhadu an laa ilaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadurrasulullah”. Bagi kami, ketika seseorang menyatakan komitmennya untuk taat pada Allah dan Rasul-Nya, cukuplah itu. Soal fiqh, furu’, cabang-cabang, pendapat, mari kita bicarakan, mari kita diskusikan, mari kita perdalam. Wong niatnya sama-sama mau masuk surga kok, kenapa harus cekcok?

TANTANGAN & VISI KE DEPAN
Sebetulnya apakah persoalan pokok ummat? Agenda mendesak apa yang perlu kita selesaikan bersama? Hal terberat yang sedang dihadapi ummat kini adalah kemiskinan, yang nyaris mendekatkan mereka kepada kekufuran. Ada beberapa contoh kasus, di Bandung misalnya, seorang Ibu(berkerudung pula) sampai hati membunuh anaknya karena khawatir anak-anaknya miskin. Juga di Makassar, seorang Ibu yang sedang hamil meninggal karena kelaparan. Tiga hari dia tidak makan, demikian pula anak-anaknya.
Kelemahan ekonomi ummat adalah penyebabnya. Hingga saat ini kemampuan ummat untuk berekonomi belumlah memadai. Bagai menjadi budak di negeri sendiri. Baik dari sisi akses terhadap sumber daya maupun skill-nya. Ekonomi masih dikuasai oleh sistem, konvensional ribawi. Lalu datanglah krisis ekonomi, masalah semakin berat. Akibatnya langsung dapat dilihat. Untuk menyelamatkan keluarga, para gadis dan ibu-ibu berangkat menjadi TKW di luar negeri. Dimana ‘izzah ummat ? Martabat bangsa? Begitu kerap kita mendengar kasus-kasus yang menyayat hati: ada yang diperkosa, dihukum mati, ada yang terjun dari tingkat empat lantaran tidak tahan disiksa majikan. Dan kita tidak mampu melindungi mereka.

Masalah moral juga menorehkan catatan menyedihkan. Kita dapati tokoh-tokoh muslim yang namanya seperti nama Nabi, seperti gelar Nabi, seperti nama orang sholeh namun ditangkap KPK. Mereka menjadi harapan ummat, menyandang nama terpercaya, namun ternyata korupsi. Seberapa kuatkah komitmen moral kita? Moral Islam?

Agenda berikutnya adalah pendidikan. Soal penyiapan SDM unggul, yang dapat diandalkan menjalankan roda pembangunan ummat. Apalagi, persiapan kepemimpinan nasional di masa mendatang. Sekarang saja, bangsa besar ini seperti kebingungan mencari calon pemimpinnya. Kita masih saling bertanya satu sama lain, padahal kita berdoa “waj’alna lil muttaqiina imaman”. Kita mohon pada Allah Swt. agar menjadikan anak-anak kita sebagai pemimpin orang-orang bertaqwa.
Memang kita memiliki banyak pesantren. Namun setelah kami riset, pesantren-pesantren tersebut dapat kita bagi dalam dua kategori. Kategori pertama adalah pesantren yang memiliki metode pengajaran dan kurikulum bagus, namun sarananya amat memprihatinkan. Di sebuah pesantren kami pernah menemukan sebuah ruang 3×4 m2 yang dihuni oleh 30 anak. Sanitasinya tidak terawat, bak penampung air mandi yang tak pernah diganti sehingga menyebabkan penyakit kulit. Bahkan ada sebuah pemeo, tidak sah menjadi santri kalau tidak kudisan.
Kelompok kedua adalah pesantren yang memiliki sarana bagus, namun kurikulumnya tidak memiliki keunggulan. Penyiapan kualitas SDM ummat ini perlu pembenahan, dengan sinergi, persatuan, dan kekuatan bersama tentunya.

SIAPA YANG HARUS BERBUAT?
Dalam konteks ummat Islam Indonesia setiap orang tentu merujuk kepada NU dan Muhammadiyyah dengan segenap elitenya. Pertanyaannya adalah, bisakah kita menurunkan tensi jurang pemisah. Saling adzillatin, menjalin tali asih. Saling merendah dan bukannya saling gengsi. Bisakah kita sesama ummat BERHENTI saling mencurigai(su’uzhan), saling mengintai(wa laa tajassasu), saling membelakangi, dan saling menggunjing (ghibah). Kita membutuhkan persatuan dalam kesejukan ikatan kasih sayang persaudaraan. Bila bersatu, maka kita akan kuat dan insya Allah sanggup untuk menghadapi kekuatan kebathilan apa pun bentuknya.

Sangat mungkin dan sangat layak ummat ini bersatu. Pak Din, Pak Hasyim, dan Pak Hidayat—tokoh-tokoh harapan ummat–sama-sama alumni Gontor dan sama-sama menduduki posisi strategis. Dengan seringnya tokoh-tokoh yang dicintai ummat ini bersilaturahim, syak wasangka akan terhapus, keakraban akan kian kokoh dan berbagai pemikiran untuk kemajuan ummat dan bangsa akan mengalir deras. Terbayang betapa bahagia dan sejuknya hati ummat menyaksikan para pemimpinnya kokoh bersatu. Sesuatu yang sudah amat kita rindukan.

Tak ada ghill secuil pun dari kami terhadap NU dan Muhammadiyyah. Kami tidak memiliki rencana negatif apa pun terhadap saudara-saudara kami, NU dan Muhammadiyyah. Kami bergerak di ranah politik, sama dengan saudara-saudara kami parpol Islam lainnya. Membenahi eksekutif dan legislatif, mengadvokasi ummat di ranah pembuatan kebijakan publik. Bila perjuangan di ranah politik ini mendapat dukungan dari saudara-saudara kami yang lain, khususnya ormas-ormas, tentu kita akan memiliki kekuatan yang sangat dahsyat.
Demikianlah harapan kita, ummat ini menjadi kuat karena kita saling merunduk, saling merangkul, bagaikan satu tubuh. Sehingga kita (ummat) ini bisa dan harus bersatu untuk maju. Selamat Tahun Baru 1430 Hijriyah!

inilah para penerima Inspiring Women AwardDalam rangka memaknai hari Ibu yang diperingati setiap tanggal 22 Desember, pada hari Sabtu, 20 Desember 2008 Bidang Kewanitaan DPW PKS Jawa Barat mengadakan acara Penganugerahan 8 Inspiring Women Award dengan tema “80 Tahun Kebangkitan Perempuan: Inspirasi Bagi Indonesia Sejahtera”. Acara tersebut dihadiri oleh para tokoh perempuan, ormas, dan kader serta simpatisan Partai Keadilan Sejahtera.
Turut hadir pula Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Barat, Ibu Netty Prasetyani Ahmad Heryawan. Dalam kesempatan itu, Ibu Netty pun memberikan ulasannya mengenai kondisi perempuan Jawa Barat saat ini dan apa yang harus dilakukan perempuan untuk membangun bangsa ini. Selain Ibu Netty, hadir pula Ketua Bidang Kewanitaan DPP PKS, Ibu Ledia Hanifa, S. Si, M. Psi. Acara yang digelar di Wisma PKK Jl. Soekarno Hatta no. 470 Bandung berlangsung sangat meriah.
Terpilihlah 8 orang wanita yang mendapat anugerah Inspiring Women Award yaitu Ibu Dipl. Ing. Hj. Diah Nurwitasari sebagai inspirator di bidang politik, Dra. Hj. Endang Yuli Purwati di bidang pendidikan, Dra. Hj. Haeriah Usman Bsc., S.St, M. Mkes di bidang sosial kemasyarakatan, dr. Hj. Alma Lucyati, M.Kes, M.Si. MH. Kes di bidang kesehatan, Ibu May Juariyah di bidang ekonomi, Ibu Sri Agustini Joekanan di bidang pemberdayaan orang cacat, Ibu Tien Harjono di bidang lingkungan, dan Dra. Hj. Tuti Rusilawati, M.M. di bidang pemerintahan.
Selain itu, dilaksanakan juga Launching Calon Anggota Dewan perempuan PKS Dapil 1 Jawa Barat dan komitmen politik para CAD perempuan PKS. Dalam kesempatan itu diluncurkan juga program Muslimah Peduli Lingkungan dengan penyerahan bibit tanaman secara simbolis dari Ibu Ummi Utami Dewi kepada para CAD perempuan PKS yang diwakili oleh Ibu Ledia Hanifa, Ibu Rita Sukendar, Ibu Neneng Amiarti, dan Ibu Ati. Acara tersebut ditutup dengan melakukan konferensi pers bersama para wartawan. Penganugerahan ini dilakukan bukan karena kepentingan politik semata. Sejak 2006 Bidang Kewanitaan PKS selalu memberikan penghargaan kepada mereka yang telah berprestasi memajukan bangsa ini. Pada 2006 penganugerahan diberikan kepada para inspirator di bidang kesehatan. Pada 2007 penghargaan diberikan kepada para duta baca yang telah mengembangkan budaya membaca kepada masyarakat. Dan pada tahun ini dianugerahkanlah 8 inspiring women kepada para wanita Indonesia yang berprestasi di bidangnya. Semoga penganugerahan tersebut dapat memberikan motivasi bagi para wanita Indonesia agar terus berperan aktif dalam memajukan masyarakat dan bangsa Indonesia.

PK-Sejahtera Online: Partai Keadilan Sejahtera akan menjaring 8 wanita Indonesia yang dianggap banyak memberikan inspirasi bagi bangsa Indonesia dan memberikan mereka penghargaan sebagai 8 Inspiring Women. Rencana ini diungkapkan Ketua Bidang Kewanitaan DPP PKS, Ledia Hanifa, M.Si. di kantor DPP PKS.

Penghargaan tersebut rencananya akan diberikan menjelang peringatan hari Kongres Perempuan ke-80, yang bertepatan dengan 22 Desember 2008. Menurut Ledia, peringatan Kongres Perempuan ke-80 atau biasa disebut Hari Ibu kali ini harus lebih bermakna. “Setiap perempuan Indonesia adalah anugerah untuk bangsa ini, maka perempuan yang telah memberikan inspirasi bagi bangsa, sudah sewajarnya diberi apresiasi tinggi,” ujar wanita lulusan pascasarjana UI ini.

Ledia lebih lanjut menjelaskan, delapan wanita tersebut merupakan hasil dari masukan yang diterima PKS dari masyarakat. “Kami mengundang masyarakat luas untuk mengusulkan wanita-wanita inspirator ini, karena masyarakat tentu bisa menilai kiprah para wanita Indonesia selama ini,” urai Ledia. Masyarakat bisa mengusulkan nama-nama calon 8 Inspiring Women tersebut melalui layanan pesan singkat (SMS) ke nomor 08567007699 dengan format: PKS (spasi) nama pengusul (spasi) usia pengusul (spasi) kota pengusul (spasi) nama yang diajukan (spasi) alasan.

Para penerima award ini akan terdiri dari berbagai kategori atau disiplin karya bakti mereka. Diantaranya akan ada kategori wanita yang berkarya di bidang kesehatan, pendidikan, sosial budaya, lingkungan dan beberapa kategori lainnya. Malam penganugerahan rencananya akan digelar pada 19 Desember 2008 dengan menghadirkan undangan dari berbagai kalangan. ”Kami berharap, peringatan Hari Ibu kali ini bisa mengingatkan bangsa ini pada peran besar perempuan Indonesia dalam membangun bangsa ini” pungkas Ledia.

PK-Sejahtera Online: Dalam rangka Hari Guru Nasional 2008, diinstruksikan kepada seluruh kader Partai Keadilan Sejahtera untuk melaksanakan Gerakan Nasional PKS Memuliakan Guru dalam rentang waktu Senin-Ahad, 24-30 Nopember 2008. Isi gerakan nasional tersebut adalah:

1. Memuliakan guru melalui gerakan silaturahmi seluruh kader untuk mengunjungi guru ke rumah atau kantornya
2. Memuliakan guru melalui gerakan silaturahmi elemen struktur PKS untuk mengunjungi Organisasi Guru yang berada di tingkat provinsi, kabupaten/kota, atau kecamatan.
3. Memuliakan guru melalui gerakan menyemangati profesi guru dengan cara pemasangan spanduk syair penghormatan pada profesi guru yang dilakukan oleh struktur DPD/DPC, mis: (a) Kami bangga menjadi Guru, (b) Guru, Pahlawan sejati pendidik anak negeri, (c) Bagi Kami, Guru adalah PAHLAWAN SEJATI
4. Memuliakan guru melalui gerakan memberikan kado/hadiah kepada guru. Atau memberikan Sembako kepada keluarga Guru yang tergolong mustahik.
5. Memuliakan guru melalui gerakan mobilisasi doa untuk para guru agar mereka tetap eksis memberikan kontribusi pada peningkatan mutu pendidikan anak bangsa.
6. Memuliakan guru melalui gerakan bakti sosial: memperbaiki, membersihkan atau melengkapi rumah Guru
7. Memuliakan guru melalui dukungan dan advokasi atas perjuangan guru untuk memperoleh peningkatan martabat: kualifikasi, kompetensi, dan kesejahteraan.
8. Memuliakan guru melalui pemberian penghargaan kepada guru yang berdedikasi, berprestasi pada tingkat DPW atau DPD.

Oleh Salmiah Rambe
( Ketua Bidang Kewanitaan DPW PKS Jabar)
Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

Akhwat fillah yang saya cintai karena Allah…
Ramadhan telah berlalu. Pergi meninggalkan kita. Tak peduli betapa sukanya kita dengan Ramadhan. Tak peduli betapa cinta kita pada Ramadhan…
Sebuah pertanyaan penuh harap dan cemas. Masihkan sampai umur kita untuk bertemu dengan Ramadahan tahun mendatang? Tak akan ada yang bisa menjawab. Tak kan ada yang bisa menjamin seseorang pasti bertemu dengan Ramadhan tahun depan

Memang indah membayangkan bersama nikmat ibadah di bulan Ramadhan, nikmat Tahajjud, nikmat shaum, nikmat berdakwah, nikmat berinfak, dll
Mencengangkan memang, di bulan Ramadhan seseorang bisa Tilawah Quran lebih dari 2 juz atau 3 juz sehari. Bahkan, lebih dari 5 juz. Dahsyat sekali, Ramadhan bisa membuat seseorang selalu ingin berbuat baik dan membahagiakan orang lain.

Itulah Ramadhan… perpisahan dengannya bak berpisah dengan kekasih tercinta.
Harap harap cemas apakah Allah masih berkenan mempertemukan kita dengan Ramadhan tahun depan…
Semoga masih ada umur kita untuk bertemu dan merasakan kembali nikmat ibadah di bulan Ramadhan

Sekarang kita sudah berada di bulan Syawwal.
Syawwal bermakna peningkatan. Jadi sesungguhnya, kita tetap diminta untuk meningkatkan amal ibadah, dakwah, dan perjuangan kita.
Di bulan Syawwal ini kita akan banyak bertemu dengan keluarga besar, karib kerabat, teman, relasi, tetangga ( ingat program Bidang Kewanitaaan” Rajut Ukhuwwah Peduli Tetangga), dll.
Janganlah itu sampai membuat kita lalai. Tetap perkuat ruhiyah kita sehingga saat bertemu dengan saudara, kerabat, dll kita memiliki kekuatan untuk mempengaruhi mereka, mengajak mereka kepada jalan yang mendekat pada Allah.

Dan kekuatan itu hanya bisa kita dapatkan dari Allah yang Mahakuat. Dengan tilawah Quran (minimal 1 juz per hari,bahkan mestinya sama dengan yang biasa kita lakukan di bulan Ramadhan), qiyamul lail, shaum syawwal, wirid al-Matsurat, dll.

Syawwal saat yang tepat untuk mengajak diri dan orang lain untuk terus mendekat pada Allah. Dan kesempatan yang baik ketika silaturahim kita mensosialisasikan PKS nomor delapan. Kalau bisa kita menjadi pembicara atau MC di acara halal bilhalal sehingga kita bisa sekalian memperkenalkan PKS. Dalam sebuah acara halal bil halal ada akhwat menjadi MC dan memanfaatkan kesempatan yang bisa membacakan pantun manis yang sekaligus mensosialisasikan PKS.( itung itung kampanye gratis..)

PKS nomor delapan
Cantik disanding dengan iman
Ini hari kita lebaran
Salah dan khilaf mohon dimaafkan..

Atau ketika datang mengunjungi saudara, upayakan membawa sesuatu yang menyenangkan mereka, sekaligus mensosialisasikan PKS, misalnya membawakan stiker atau permen PKS, dll

Bagi para akhwat yang mendapat amanah menjadi caleg baik di tingkat kota kabupaten, propinsi, atau pusat, harus lebih proaktif untuk memperkenalkan PKS kepada kerabat dan siapa saja. Juga semua kader akhwat tidak boleh ketinggalan untuk mensosialisasikan PKS dan meyakinkan mereka untuk memilih PKS pada pemilu legislafif April 2009 nanti.

Ketika ada yang datang berlebaran dan di salah satu toplesnya tersedia permen PKS, hal itu bisa menjadi bahan untuk bercerita dan mensosialisasikan PKS.
Namun, jangan sampai bercampur dengan kesombongan ataupun riya. Karena kita diminta untuk mensosialisasikan PKS dengan ihsan dan ikhlas karena Allah. Lagipula dengan kesombongan orang mungkin justru tidak simpati pada PKS.

Ingatkan diri dan yang lain jangan sampai merusak dan menghilangkan pahala yang kita dapat di bulan Ramadhan dengan melakukan perbuatan-perbuatan sia-sia atau maksiat
Jangan memakan makanan atau minuman yang haram. Jangan terjadi lagi pesta miras di bulan Ramadhan dan Syawwal, seperti yang terjadi di Indramayu. Jangan rusak pahala Ramadhan kita dengan perbuatan maksiat sekecil apa pun.

Bulan Ramadhan juga adalah madrasah. Madrasah Ramadhan mestinya juga membuat kita di sebelas bulan mendatang menjadi insan yang lebih peduli kepada sesama manusia lainnya. Lebih ingin membuat orang lain bahagia dan selamat, sebagaimana sikap Rasululllah yang selalu ingin agar umatnya dalam keadaan selamat.

”Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat mengingkan keimanan dan keselamata bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang orang mukmin.” (QS At-Taubah [9]: 128)

Lihatlah keadaan di sekitar kita. Banyak PR dan tugas kita yang belum selesai. Perempuan muslimah yang terpaksa meninggalkan suami dan anak-anak, meninggalkan Garut menuju Bandung atau kota-kota lain demi untuk membiayai anak-anak, keluarga yang kocar kacir karena suami yang tidak bertanggung jawah. Anak yang tidak paham agama dan tidak kenal Allah dan Rasul-Nya.
Ooh … semua itu adalah tugas dakwah kita.
Dan sejauh mana derajat kita di sisi Allah, bukan hanya dinilai dari shalat dan zikir kita, tapi Allah juga akan menilai sejauh mana kita juga ikut memperjuangkan nasib saudara saudara kita yang tidak bisa sekolah karena tidak punya uang, tidak bisa berobat ke dokter karena tak ada biaya, tak bisa bekerja karena tidak punya pendidikan dan tak punya kesempatan, dan kesulitan-kesulitan hidup lainnya yang sangat banyak terjadi di masyarakat kita…

Akhwat fillah, itu semua adalah tugas kita bersama. Hal yang harus kita perjuangkan bersama. Karena dakwah itu bukan hanya ceramah di atas podium atau seminar tapi hakikat dakwah merupakan aktivitas yang terencana untuk mentransformasi individu dan masyarakat dari kehidupan yang jahiliyah ke arah kehidupan yang mencerminkan semangat dan ajaran Islam.

Akhirul kalam,
Selamat berjuang! Teruslah istiqomah!
Berbekal semangat Ramadhan dan Syawwal
Siapkan diri, untuk terus meraih cinta dan Ridha Ilahi
Berbuat sebanyak mungkin kebajikan dan amal saleh bagi masyarakat dan ummat.

Luruskan niat, siapkan diri, rapikan barisan untuk meretas kemenangan dakwah di tahun 2009. Allahu Akbar Allahu Akbar AllahuAkbar!! Walillahilhamdu

Wassalamualaikum warohmatullahi wabarakatuh

PK Sejahtera Online :

Assalamu’alaikum wr, wb,

Para pembaca yang budiman,

Matahari Ramadhan akan tenggelam di ufuk Barat, sebersit terbitnya bulan sabit, selepas maghrib menandai datangnya bulan baru, yaitu bulan Syawwal. Lalu, apa artinya semua ini? Akankah ia akan berlalu tanpa makna, tanpa kesan, atau tanpa ada nilai tambah dalam diri dan kehidupan kita.

Sesungguhnya, Ramadhan adalah sebuah madrasah. Sekolah yang mendidik kita menjadi manusia yang benar, manusia yang jujur, manusia yang suka menebar kebaikan.

Ramadhan menjadi suatu sarana penguatan hubungan seorang insan dengan Tuhannya. Menegaskan kembali pengakuan terhadap Yang Mahakuasa. Tanpa keyakinan terhadap Allah Swt, maka kehidupan ini hanyalah absurd. Tidak ada kontrol moral yang lekat.

Renungkanlah, siapa sesungguhnya yang tahu betul Anda benar-benar dengan jujur telah berpuasa di suatu hari. Yaitu adalah Anda sendiri dan Allah Swt. Inilah latihan konsistensi diri.

Kedua, makanan yang sudah Anda beli dengan gaji halal dan sah. Namun, kata Allah Swt, jangan dimakan dari terbit fajar sampai tenggelam matahari. Lalu, Anda tidak memakannya, sekalipun itu milik Anda sendiri. Bagaimana mungkin seseorang yang memahami makna puasa, kemudian korupsi? Mencuri?

Setelah Anda rasakan lapar yang melilit, tubuh yang lemah, dahaga yang kering, inilah rasanya tak berpunya, inilah rasanya miskin. Bukankah selayaknya kita lebih peduli, siap berbagi. Buktikanlah di Hari Raya Iedul Fithri ini.

Tifatul Sembiring, Presiden PKS