
Dengan langkah mendirikan taman bacaan atau perpustakaan harapan kita untuk membangun masyarakat dengan basis pengetahuan akan segera terwujud sesuai dengan Visi Gubernur Jawa Barat yaitu Membangun Masyarakat Jawa Barat Yang Mandiri, Dinamis dan Sejahtera.
Dalam rangka Program Nasional Pos Wanita Keadilan memaknai Hari Keluarga & Hari Anak Nasional, Bidang Kewanitaan DPW PKS JABAR telah mengadakan kegiatan “Revitalisasi Taman Bacaan Se - Jawa Barat” berupa Seminar “Membangun Masyarakat Jawa Barat Berbasis Pengetahuan” pada Hari Ahad, 29 Juni 2008 mulai pukul 09.00 - 15.00 WIB bertempat di Gedung DPW PKS Jln. Soekarno Hatta no. 538 A Bandung. Hari Keluarga Nasional 2008 ini mengambil tema “Ibu Sehat, Keluarga Sejahtera, Bangsa Kuat”. Acara dibuka dengan penyerahan secara Simbolik PMKP (Pembiayaan Modal Kerja Perempuan) oleh Salmiah Rambe Ketua Bidang Kewanitaan DPW PKS Jawa Barat kepada Unit Usaha Mikro Perempuan yang dikelola oleh Bidang Kewanitaan DPD PKS Kota Bandung.
Acara ini menghadirkan pembicara :
- Ibu Dra. Ani Rukmini (Anggota Legislatif DPRD 1 Komisi E) membawakan pembahasan “Dukungan Legislatif Terhadap Program Peningkatan Minat Baca Masyarakat”.
- Bapak Dr. Dadang Dali (Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat :PLS), membawakan pembahasan “Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Sebagai Jantung Pendidikan Masyarakat”.
- Bapak Drs. Ano Sutrisno, MM (Kepala Badan Perpustakaan Daerah Jawab Barat), membawakan pembahasan “Peran BAPUSDA (Badan Perpustakaan Daerah) Dalam Membina TBM di Jawa Barat”.
- Ibu Ida N. Sitompul (Pendiri “1001 Buku” dan “Pondok Baca Arcamanik”), membawakan pembahasan “Membangun Taman Bacaan Masyarakat Mandiri”.
Pada kesempatan ini hadir pula Kepala Bidang Buku Perguruan Tinggi dan Agama IKAPI Pusat Drs. Abdul Raup. Acara ini dihadiri oleh 70 orang dari pengurus Bidang Kewanitaan DPW dan DPD PKS Se- Jawa Barat dan pengelola Taman Bacaan Masyarakat “Rumah Pelangi” yang dikelola oleh Pos Wanita Keadilan yang tersebar di 26 Kota/Kabupaten se - Jawa Barat.
Membaca ialah kunci ilmu, sedangkan gudang ilmu ialah Buku. Namun, masyarakat kita masih enggan untuk membaca. Ada beberapa hal yang menjadi penyebabnya, antara lain; dominasi budaya visual dalam masyarakat, yaitu lebih banyak menonton televisi dan mendengarkan radio daripada membaca, kekurang proaktivan yang tumbuh di masyarakat untuk mendapatkan informasi, persepsi masyarakat terhadap infomasi, faktor ekonomi yaitu dengan dalih uang lebih baik digunakan untuk makan daripada membeli buku.
Untuk itu, diperlukan Kerja sama Pemerintah eksekutif dan Legislatif, dan seluruh komponen penggerak minat baca masyarakat , untuk membangkitkan respon masyarakat terhadap berbagai kebijakan atau kampanye tentang minat baca, misalnya mengunjungi perpustakaan daerah, perpustakaan keliling, subsidi buku, hibah buku, bazar buku, deregulasi industri penerbitan buku.
Selain sarana dan pra sarana yang disediakan oleh pemerintah, masyarakat dapat membangun secara mandiri taman bacaan yang dikelola oleh orang-orang yang komitmen dan berpotensi untuk ikut serta dalam mencerdaskan masyarakat. Tidak perlu khawatir dalam masalah dana awal, karena kita dapat meminta bantuan masyarakat sekitar yang mampu untuk menyumbang baik pemikiran atau sarana dan pra sarana yang diperlukan seperti hibah buku, rak buku, tempat, atau relawan yang akan mengelolanya.
Materi Seminar dapat di download di sini:
- Materi TBM
- Pondok Baca Arcamanik
- Dukungan Legislatif Terhadap Program Peningkatan
- Peranan BAPUSDA Provinsi Jawa Barat Terhadap Pemberdayaan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di Jawa Barat
- Taman Bacaan Masyarakat Sebagai Jantung Pendidikan Masyarakat