Dalam rangka memaknai hari Ibu yang diperingati setiap tanggal 22 Desember, pada hari Sabtu, 20 Desember 2008 Bidang Kewanitaan DPW PKS Jawa Barat mengadakan acara Penganugerahan 8 Inspiring Women Award dengan tema “80 Tahun Kebangkitan Perempuan: Inspirasi Bagi Indonesia Sejahtera”. Acara tersebut dihadiri oleh para tokoh perempuan, ormas, dan kader serta simpatisan Partai Keadilan Sejahtera.
Turut hadir pula Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Barat, Ibu Netty Prasetyani Ahmad Heryawan. Dalam kesempatan itu, Ibu Netty pun memberikan ulasannya mengenai kondisi perempuan Jawa Barat saat ini dan apa yang harus dilakukan perempuan untuk membangun bangsa ini. Selain Ibu Netty, hadir pula Ketua Bidang Kewanitaan DPP PKS, Ibu Ledia Hanifa, S. Si, M. Psi. Acara yang digelar di Wisma PKK Jl. Soekarno Hatta no. 470 Bandung berlangsung sangat meriah.
Terpilihlah 8 orang wanita yang mendapat anugerah Inspiring Women Award yaitu Ibu Dipl. Ing. Hj. Diah Nurwitasari sebagai inspirator di bidang politik, Dra. Hj. Endang Yuli Purwati di bidang pendidikan, Dra. Hj. Haeriah Usman Bsc., S.St, M. Mkes di bidang sosial kemasyarakatan, dr. Hj. Alma Lucyati, M.Kes, M.Si. MH. Kes di bidang kesehatan, Ibu May Juariyah di bidang ekonomi, Ibu Sri Agustini Joekanan di bidang pemberdayaan orang cacat, Ibu Tien Harjono di bidang lingkungan, dan Dra. Hj. Tuti Rusilawati, M.M. di bidang pemerintahan.
Selain itu, dilaksanakan juga Launching Calon Anggota Dewan perempuan PKS Dapil 1 Jawa Barat dan komitmen politik para CAD perempuan PKS. Dalam kesempatan itu diluncurkan juga program Muslimah Peduli Lingkungan dengan penyerahan bibit tanaman secara simbolis dari Ibu Ummi Utami Dewi kepada para CAD perempuan PKS yang diwakili oleh Ibu Ledia Hanifa, Ibu Rita Sukendar, Ibu Neneng Amiarti, dan Ibu Ati. Acara tersebut ditutup dengan melakukan konferensi pers bersama para wartawan. Penganugerahan ini dilakukan bukan karena kepentingan politik semata. Sejak 2006 Bidang Kewanitaan PKS selalu memberikan penghargaan kepada mereka yang telah berprestasi memajukan bangsa ini. Pada 2006 penganugerahan diberikan kepada para inspirator di bidang kesehatan. Pada 2007 penghargaan diberikan kepada para duta baca yang telah mengembangkan budaya membaca kepada masyarakat. Dan pada tahun ini dianugerahkanlah 8 inspiring women kepada para wanita Indonesia yang berprestasi di bidangnya. Semoga penganugerahan tersebut dapat memberikan motivasi bagi para wanita Indonesia agar terus berperan aktif dalam memajukan masyarakat dan bangsa Indonesia.
PK-Sejahtera Online: Dalam rangka Hari Guru Nasional 2008, diinstruksikan kepada seluruh kader Partai Keadilan Sejahtera untuk melaksanakan Gerakan Nasional PKS Memuliakan Guru dalam rentang waktu Senin-Ahad, 24-30 Nopember 2008. Isi gerakan nasional tersebut adalah:
1. Memuliakan guru melalui gerakan silaturahmi seluruh kader untuk mengunjungi guru ke rumah atau kantornya
2. Memuliakan guru melalui gerakan silaturahmi elemen struktur PKS untuk mengunjungi Organisasi Guru yang berada di tingkat provinsi, kabupaten/kota, atau kecamatan.
3. Memuliakan guru melalui gerakan menyemangati profesi guru dengan cara pemasangan spanduk syair penghormatan pada profesi guru yang dilakukan oleh struktur DPD/DPC, mis: (a) Kami bangga menjadi Guru, (b) Guru, Pahlawan sejati pendidik anak negeri, (c) Bagi Kami, Guru adalah PAHLAWAN SEJATI
4. Memuliakan guru melalui gerakan memberikan kado/hadiah kepada guru. Atau memberikan Sembako kepada keluarga Guru yang tergolong mustahik.
5. Memuliakan guru melalui gerakan mobilisasi doa untuk para guru agar mereka tetap eksis memberikan kontribusi pada peningkatan mutu pendidikan anak bangsa.
6. Memuliakan guru melalui gerakan bakti sosial: memperbaiki, membersihkan atau melengkapi rumah Guru
7. Memuliakan guru melalui dukungan dan advokasi atas perjuangan guru untuk memperoleh peningkatan martabat: kualifikasi, kompetensi, dan kesejahteraan.
8. Memuliakan guru melalui pemberian penghargaan kepada guru yang berdedikasi, berprestasi pada tingkat DPW atau DPD.

Dengan langkah mendirikan taman bacaan atau perpustakaan harapan kita untuk membangun masyarakat dengan basis pengetahuan akan segera terwujud sesuai dengan Visi Gubernur Jawa Barat yaitu Membangun Masyarakat Jawa Barat Yang Mandiri, Dinamis dan Sejahtera.
Dalam rangka Program Nasional Pos Wanita Keadilan memaknai Hari Keluarga & Hari Anak Nasional, Bidang Kewanitaan DPW PKS JABAR telah mengadakan kegiatan “Revitalisasi Taman Bacaan Se - Jawa Barat” berupa Seminar “Membangun Masyarakat Jawa Barat Berbasis Pengetahuan” pada Hari Ahad, 29 Juni 2008 mulai pukul 09.00 - 15.00 WIB bertempat di Gedung DPW PKS Jln. Soekarno Hatta no. 538 A Bandung. Hari Keluarga Nasional 2008 ini mengambil tema “Ibu Sehat, Keluarga Sejahtera, Bangsa Kuat”. Acara dibuka dengan penyerahan secara Simbolik PMKP (Pembiayaan Modal Kerja Perempuan) oleh Salmiah Rambe Ketua Bidang Kewanitaan DPW PKS Jawa Barat kepada Unit Usaha Mikro Perempuan yang dikelola oleh Bidang Kewanitaan DPD PKS Kota Bandung.
Acara ini menghadirkan pembicara :
- Ibu Dra. Ani Rukmini (Anggota Legislatif DPRD 1 Komisi E) membawakan pembahasan “Dukungan Legislatif Terhadap Program Peningkatan Minat Baca Masyarakat”.
- Bapak Dr. Dadang Dali (Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat :PLS), membawakan pembahasan “Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Sebagai Jantung Pendidikan Masyarakat”.
- Bapak Drs. Ano Sutrisno, MM (Kepala Badan Perpustakaan Daerah Jawab Barat), membawakan pembahasan “Peran BAPUSDA (Badan Perpustakaan Daerah) Dalam Membina TBM di Jawa Barat”.
- Ibu Ida N. Sitompul (Pendiri “1001 Buku” dan “Pondok Baca Arcamanik”), membawakan pembahasan “Membangun Taman Bacaan Masyarakat Mandiri”.
Pada kesempatan ini hadir pula Kepala Bidang Buku Perguruan Tinggi dan Agama IKAPI Pusat Drs. Abdul Raup. Acara ini dihadiri oleh 70 orang dari pengurus Bidang Kewanitaan DPW dan DPD PKS Se- Jawa Barat dan pengelola Taman Bacaan Masyarakat “Rumah Pelangi” yang dikelola oleh Pos Wanita Keadilan yang tersebar di 26 Kota/Kabupaten se - Jawa Barat.
Membaca ialah kunci ilmu, sedangkan gudang ilmu ialah Buku. Namun, masyarakat kita masih enggan untuk membaca. Ada beberapa hal yang menjadi penyebabnya, antara lain; dominasi budaya visual dalam masyarakat, yaitu lebih banyak menonton televisi dan mendengarkan radio daripada membaca, kekurang proaktivan yang tumbuh di masyarakat untuk mendapatkan informasi, persepsi masyarakat terhadap infomasi, faktor ekonomi yaitu dengan dalih uang lebih baik digunakan untuk makan daripada membeli buku.
Untuk itu, diperlukan Kerja sama Pemerintah eksekutif dan Legislatif, dan seluruh komponen penggerak minat baca masyarakat , untuk membangkitkan respon masyarakat terhadap berbagai kebijakan atau kampanye tentang minat baca, misalnya mengunjungi perpustakaan daerah, perpustakaan keliling, subsidi buku, hibah buku, bazar buku, deregulasi industri penerbitan buku.
Selain sarana dan pra sarana yang disediakan oleh pemerintah, masyarakat dapat membangun secara mandiri taman bacaan yang dikelola oleh orang-orang yang komitmen dan berpotensi untuk ikut serta dalam mencerdaskan masyarakat. Tidak perlu khawatir dalam masalah dana awal, karena kita dapat meminta bantuan masyarakat sekitar yang mampu untuk menyumbang baik pemikiran atau sarana dan pra sarana yang diperlukan seperti hibah buku, rak buku, tempat, atau relawan yang akan mengelolanya.
Materi Seminar dapat di download di sini: